Postingan

Wish , granted

  ‘Huh?’ This is strange. It’s too dark here. I never turn off the light when I sleep. Moreover, I was drunk last night. There’s no chance that the drunk me will turn off the light. And this is not a blackout. How did I know, you ask? Because if this is a blackout, this room will turn into a super-hot sauna that can literally kill me inside. I’m pretty sure I woke up naturally, not because I’m about to be turned into a dry human specimen. Actually, it’s pretty cold here. I can feel the wind breeze. Did I forget to close the window last night?  ‘Ouch!’ Ugh, this hangover is killing me. Somehow I remember now why I quit drinking 5 years ago. You do realize you quit drinking because she’s not fond of it, right? Oh great, I have to stop talking to myself. It started to answer back now. Soon, they’ll call me a literally crazy man. Ugh, this apartment is such a mess. I need to tidy up a little tomorrow morning after I get rid of this massive hangover. Really, I shouldn’t drink a ful...

Winter

 Have you ever, even for just one second, thought about it? All the laughs we shared back and forth. All that smile. Is it for nothing? So you're telling me that you'll let it drown in the sea of old memories,       not to be remembered nor spoken again.           Not even once. You hear me loud and clear.      I  tried my best to suppress .. almost everything I'm not gonna blow up anything soon. I swear I'm good at that.     It's not like you to worry about me. Stop wishing for something impossible.       Turning back time is never a wise thing to do anyway. But one thing that I need you to know That kind of coldness never suits you.

Tolong, Aku Lupa Rasanya Patah Hati

Selalukah patah hati seperih ini? Dadaku seperti ditimpa ratusan buku ensiklopedia. Sesak. Berat. Paru paru ku laiknya terbalut air mata. Udara yang kuhirup sungkan hendak mampir,     lalu keluar begitu saja. Selalukah patah hati seperih ini?! Tangan yang hampir menyentuh lalu kau tepiskan. Aku yang bergeser mendekat lalu disingkirkan. Kantung mataku yang menghitam menebal dan terabaikan. Selalukah patah hati seperti ini? Entah. Hancur. Parau. Medis. Tolong aku.

Nyeri

Napasku terengah Menahan dekapmu yang makin erat     Nyeri Berdenyut pelan seiring euforia yang kau berikan Pagi datang Kau dan kotak rokok kosong yang kau remas     dan belasan puntung bekas di kaki kursi plastik       tempatmu duduk Memejamkan mata Mengehembus asap     menari di sinar mentari yang lolos dari lubang ventilasi kecil     di ruang dingin ini Sepertinya menyenangkan sekali      bisa menjadi batang tembakau yang sangat kau cintai     yang bisa mencumbu mu tiap hari     tanpa takut     tanpa ngeri Kau tidak tidur?      tanyaku pelan Tidak.  Kau terlalu sibuk terlelap.  Sementara aku terjaga dengan sejuta tanya.      Siapa yang kau sembunyikan di balik senyum mu?     Kurangkah aku untukmu?     Mari pulang. Aku lelah bertengkar. ... Napasku terengah Tanganmu enggan mendekap ... Nyeri

Baik Baik, Saja?

Dibanding sakit, mungkin lebih pas kusebut ini kecewa. Dibanding rasa marah, rasa merenggut yang sesak ini lebih pas kuberi nama nyeri. Sebuah kepercayaan. Sebuah janji. Sebuah ucapan, "percayalah, tak akan lagi". Sebuah dusta. Menyeduh lara. Sebuah konsekuensi, "siapkah kau untuk berusaha lagi?" Dibanding ingin pergi, aku cuma ingin memelukmu dan berkata, semua akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja.

Tanpa Sengaja

Aku jatuh hati padamu tanpa sengaja Pada foto yang kau pajang di media sosial tempat kita berjumpa,     aku tidak sengaja memilih suka. Pada deskripsi singkat yang kau tuliskan,     aku tidak sengaja memberi perhatian. Pada jaket hitammu yang bermerk itu,     aku tidak sengaja memberi harap,          pada hatiku yang luka. Aku bertemu denganmu, dengan sengaja yang kita sengajakan. Walau harus bersembunyi dari dunia,     k ita duduk berdua. Kopi susu. Coklat dingin. Croissant yang tidak tersentuh. Aku,     dan kamu. Kamu menggenggam tanganku, dengan sengaja. Membujuk rayu, dengan sengaja. Melihatku luluh dalam matamu,     sengaja. Tapi tetiba kau menghilang. Tanpa bekas,     tak berbalas. Kubaca berulang kali pesan terakhir darimu. Berusaha mencari celah dari apa yang salah. Kau bukan milikku , tulismu. Maafkan aku.     Aku tidak sengaja jatuh hati.          T...

Tanpa Kata

Kamu pernah bilang,  Tidak perlu aku ungkapkan dengan kata Aku akan mencintaimu dengan bersahaja Karena kata tidak cukup mewadahi rasa ini Percayalah, aku untukmu. Karena itu, jaga hatimu untukku. Malam dingin di penghujung Agustus, aku tertawa kecil ketika itu. Ada-ada saja kamu, kataku.  Tanganmu menggenggam erat jemariku. Seolah berkata, kita bukan teman lagi,  percayakan segala lukamu untuk kuobati. Aku juga mencintaimu , bisikku perlahan. Hari berputar minggu bergelung bulan menjelma tahun. Kau menepati janjimu,           mencintaiku tanpa kata. Hanya janji sederhana, agar aku bahagia. Kecupan di kening yang membuatku tak bisa berhenti tersenyum berhari hari. Pelukan hangat yang selalu aku tunggu setiap kita bertemu. Hingga pengikat janji yang melingkar di jari manisku, yang kau pasangkan dengan gemetar, di siang yang panas di akhir Desember. Aku berjanji, akan membahagiakanmu      bisikmu pelan, nyaman di telingaku, ...

On-and-off Relationship

Have you ever been in an on-and-off relationship? Or, even worse, a pause-and-play one? It's the worst right? You know you love each other, but you both think of yourself highly. So when problem arises, it goes on with a bang. Sometimes the tiniest problem can lead to a huge argument. Sometimes you two will go on babbling about "I don't really need you that much anyway". But you both do the same when the other one said [in the verge of tears ofc] "I think we should break up", you'll surrender, you'll lower yourself and say "Please don't. I still love you so much. We can talk about this please" And then you two kissed and hugged and whatever. And every huge argument [that sometimes includes crying and screaming] suddenly goes...'poof'... One night you confess your undying love to each other. Tickle him/her just because you two love to play with each other that much. Spending the night just looking at each other eyes and thi...

Hatiku Patah

Aku tidak jatuh cinta pada lekuk bibirmu. Aku jatuh hati pada ucapmu, lembut sewarna lazuli. Tidak pula aku terjerembab pada tajamnya pandangmu. Tapi aku lacur, tersandung pada curamnya anganmu. Dan aku tak lagi terpikat oleh mawar, melati, maupun akar wangi. Inginku lah mentari, debu, dan nuansa mu. Alur waktu begitu kejam. Bentangkan ruang pada hatiku yang penuh sesak akanmu. Melodi tercerai berai sepanjang ruang. Kosong. Tak mampu menggapai hatimu. Di saat langkah tak lagi seiring. Mungkinkah angan setia seingin?

I Never Asked For This

I never ask for this I never ask for you to fall in love with me I never ask for anything I never ask you to say hi to me at the first time I never ask you to text me every day, asking how I’ve been, have I eaten, etc. I never ask you to ask me out for a movie date I never ask you to ask me if I want to be your girlfriend I never really ask for anything I never really ask for constant caring, yet you provided me that I never really ask you to pick me up and drop me off to everywhere, yet you insisted I never really ask you to understand me, yet you accept every side of me I never really ask you to buy me stuff, yet you buy me small stuff time to time I never really ask you to make me your priority, yet you said that I am one of the few reason you still want to come home… …that I am the reason you’re not drifting away I never really ask for anything But now I find myself desperately want to ask you something …Will you promise to love me forever?

Tolong Tanyakan, Sejenak Saja

Pernahkah kamu bertanya, sekali saja, kepada dirimu sendiri? Kalau belum, tanyakanlah. Tanyakan di saat pagi masih biru hijau dan kopi hitammu masih mengepul panas, penuh hasrat dan impianmu hari itu. Tanyakanlah, dengan perlahan dan penuh penghayatan. Siapkah kau dengan perpisahan? Jarak yang akan terbentang bukan lagi jalanan berpuluh kilometer yang bisa kau tempuh dengan motor sport kesayanganmu itu, kasihku. Jarak yang ada nanti bukan cuma jajaran angka yang menghitung jumlah ombak yang harus kita lalui. Jarak itu antara kamu dan impianmu, kamu dan aku, lalu aku dan tuntutan yang dibebankan akanku. Sekali lagi, tanyakan pada hatimu itu. Siapkah kau bertempur dengan waktu? Waktu bukanlah lagi detik yang kuhitung saat menunggumu muncul di pintu rumahku dengan membawa debu jalanan, dan wangi khasmu. Waktu yang ada nanti tidak akan menunggu kau datang dan membawaku pergi. Waktu itu akan mengejarmu, menyeret kita menjauh, dan menjadikan kenangan tentangmu tersisa hitam puti...

Bukan Tentang Kamu, Kamu, ataupun Kamu.

Bukan. Ini cerita bukan tentang kamu. Bukan tentang kamu yang selalu bisa membuat aku tertawa. Bukan tentang kamu dan pelukan hangatmu di hatiku yang luka. Bukan. Cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang hatiku yang jatuh sesaat di depanmu. Bukan tentang kamu yang melangkahi hatiku begitu saja. Bukan. Aku sudah bilang kan cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang kamu, aku, atau kedekatan semu itu. Bukan tentang kamu yang bahkan tanggal ulang tahun nya pun aku ragu. Lalu ini cerita apa, tanyamu?  Tentang apa lantas, tanyamu? Stop. Aku sudah tau kamu mau bertanya apa. Ini tentang aku. Ini cerita tentang aku yang tangisnya sering kau hentikan. Tentang aku yang pergi karna hatiku jatuh tiba2. Tentang aku yang meninggalkanmu karna sebuah kedekatan semu. Ini tentang aku. Cerita ini tentang aku dan tembok tebal yang memisahkan kita. Tentang aku dan malam malam canggung itu. Tentang aku yang pernah dekat denganmu. Ini tentang aku. Cerita ini juga tenta...

Winter

Have you ever, even for just one second, thought about it? All the laughs we shared back and forth. All that smile. Is it for nothing? So you're telling me that you'll let it drown in the sea of old memories,       not to be remembered nor spoken again.           Not even once. You hear me loud and clear.      I  tried my best to suppress .. almost everything I'm not gonna blow up anything soon. I swear I'm good at that.     It's not like you to worry about me. Stop wishing for something impossible.       Turning back time is never a wise thing to do anyway. But one thing that I need you to know That kind of coldness never suits you.

Dua Sisi

“Aku bukan halte. Tolong jangan dengan lancang singgah lalu pergi lagi,” kataku sambil beranjak pergi Aku muntab, terang saja. Enak saja dia menyangka dia bisa datang lalu pergi semaunya sendiri. Tidak terasa kah dia meninggalkan bekas luka cakar yang dalam di hati ini? Apa dia tak sadar dia sudah membuatku begitu hancur, begitu penuh air mata. Begitu penuh dengan perasaan dendam. Seolah aku akan mampu membunuhnya begitu saja saat aku tak sadar. Dia itu brengsek. Dia membuat aku jatuh cinta pada dia lalu dia jatuhkan aku sekalian ke jurang kepedihan yang dalam. Dia membuat aku membuka hatiku lebar – lebar dan sekaligus membuatku menyesalinya. Dia membuatku tertawa paling nyaring, tapi lalu membuatku menangis paling keras. Dia membuat hari dan hatiku tenang, setenang embun pagi, lalu ia bagai halimun datang dan memporakporandakan semuanya. Dasar pembohong! Buaya!  Pergi datang seenaknya. Mana mungkin dia pergi kalau dia memang cinta? Aku sudah tidak percaya lagi kata ci...