Bukan Tentang Kamu, Kamu, ataupun Kamu.
Bukan. Ini cerita bukan tentang kamu. Bukan tentang kamu yang selalu bisa membuat aku tertawa. Bukan tentang kamu dan pelukan hangatmu di hatiku yang luka.
Bukan. Cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang hatiku yang jatuh sesaat di depanmu. Bukan tentang kamu yang melangkahi hatiku begitu saja.
Bukan. Aku sudah bilang kan cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang kamu, aku, atau kedekatan semu itu. Bukan tentang kamu yang bahkan tanggal ulang tahun nya pun aku ragu.
Ini tentang aku. Ini cerita tentang aku yang tangisnya sering kau hentikan. Tentang aku yang pergi karna hatiku jatuh tiba2. Tentang aku yang meninggalkanmu karna sebuah kedekatan semu.
Ini tentang aku. Cerita ini tentang aku dan tembok tebal yang memisahkan kita. Tentang aku dan malam malam canggung itu. Tentang aku yang pernah dekat denganmu.
Ini tentang aku. Cerita ini juga tentang aku yang terlalu lugu dan percaya padamu. Tentang aku yang diam-diam masih ingin bicara lebih denganmu. Tentang aku yang nama lengkapnya pun aku ragu kamu tahu.
Aku melepasmu dengan berat hati. Hati yang terbebani rindu.
Aku melepasmu bersama sakit. Sakitnya tangan yang meronta memukul tembok itu.
Aku melepasmu dalam hening. Heningnya rasa yang kau abaikan.
Aku tahu, tapi aku tetap rindu.
Aku tahu, tanpa tapi yang meragu.
Aku tahu, walau sesungguhnya tak terlalu mau tahu.
Ini cerita bukan hanya tentang aku. Tapi bukan tentang kamu. Apalagi kamu. Yang jelas bukan juga tentang kamu.
Ini tentang aku dan kamu yang tergilas jenuh dan waktu.
Ini tentang aku dan kamu yang terhimpit semu.
Ini tentang aku dan kamu yang saling tertawa palsu.
Ini tentang aku, kamu dan rindu.
Ini tentang aku, kamu dan ....dia?
Ini ternyata bukan tentang kamu, semoga kamu temukan yang kamu mau.
Ini tentang aku, kamu, rindu dan semua janji yang kita padu.
Ini ternyata bukan tentang kamu, semoga kamu dan dia bisa bersatu.
Ini ternyata juga bukan tentang kamu, semoga masalahmu yg lalu habis bagai abu.
Ini tentang aku, kamu, rindu, janji bersatu, dan ......
Dan kita yang terhalang restu, mungkin?
Bukan. Cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang hatiku yang jatuh sesaat di depanmu. Bukan tentang kamu yang melangkahi hatiku begitu saja.
Bukan. Aku sudah bilang kan cerita ini juga bukan tentang kamu. Bukan tentang kamu, aku, atau kedekatan semu itu. Bukan tentang kamu yang bahkan tanggal ulang tahun nya pun aku ragu.
Lalu ini cerita apa, tanyamu?
Tentang apa lantas, tanyamu?
Stop. Aku sudah tau kamu mau bertanya apa.
Ini tentang aku. Ini cerita tentang aku yang tangisnya sering kau hentikan. Tentang aku yang pergi karna hatiku jatuh tiba2. Tentang aku yang meninggalkanmu karna sebuah kedekatan semu.
Ini tentang aku. Cerita ini tentang aku dan tembok tebal yang memisahkan kita. Tentang aku dan malam malam canggung itu. Tentang aku yang pernah dekat denganmu.
Ini tentang aku. Cerita ini juga tentang aku yang terlalu lugu dan percaya padamu. Tentang aku yang diam-diam masih ingin bicara lebih denganmu. Tentang aku yang nama lengkapnya pun aku ragu kamu tahu.
Aku bisa paham, tapi aku juga harus pergi. Ini bukan tentang kamu, ini tentang harga diriku, katamu.
Aku belum bisa paham. Kamu jatuh hati padaku? Kamu bercanda, lihat tembok ini, kita ini surga-neraka jauhnya, bentakmu.
Kamu terdiam hening. Hanya melihatku dengan raut wajah yang aku benci. Aku tahu kamu ragu apa dirimu yang kumaksud dalam ceritaku.
Aku melepasmu dengan berat hati. Hati yang terbebani rindu.
Aku melepasmu bersama sakit. Sakitnya tangan yang meronta memukul tembok itu.
Aku melepasmu dalam hening. Heningnya rasa yang kau abaikan.
Maafkan aku, kuharap kita bisa seperti dulu, katamu.
Maafkan aku, tapi dia lebih menarik perhatianku, tandasmu.
Maafkan aku, tapi yang kucari bukan kamu, jelasmu.
Aku tahu, tapi aku tetap rindu.
Aku tahu, tanpa tapi yang meragu.
Aku tahu, walau sesungguhnya tak terlalu mau tahu.
Ini cerita bukan hanya tentang aku. Tapi bukan tentang kamu. Apalagi kamu. Yang jelas bukan juga tentang kamu.
Ini tentang aku dan kamu yang tergilas jenuh dan waktu.
Ini tentang aku dan kamu yang terhimpit semu.
Ini tentang aku dan kamu yang saling tertawa palsu.
Ini tentang aku, kamu dan rindu.
Ini tentang aku, kamu dan ....dia?
Ini ternyata bukan tentang kamu, semoga kamu temukan yang kamu mau.
Ini tentang aku, kamu, rindu dan semua janji yang kita padu.
Ini ternyata bukan tentang kamu, semoga kamu dan dia bisa bersatu.
Ini ternyata juga bukan tentang kamu, semoga masalahmu yg lalu habis bagai abu.
Ini tentang aku, kamu, rindu, janji bersatu, dan ......
....dan apa lagi, tanyamu
Dan kita yang terhalang restu, mungkin?
Komentar
Posting Komentar