Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Dua Sisi

“Aku bukan halte. Tolong jangan dengan lancang singgah lalu pergi lagi,” kataku sambil beranjak pergi Aku muntab, terang saja. Enak saja dia menyangka dia bisa datang lalu pergi semaunya sendiri. Tidak terasa kah dia meninggalkan bekas luka cakar yang dalam di hati ini? Apa dia tak sadar dia sudah membuatku begitu hancur, begitu penuh air mata. Begitu penuh dengan perasaan dendam. Seolah aku akan mampu membunuhnya begitu saja saat aku tak sadar. Dia itu brengsek. Dia membuat aku jatuh cinta pada dia lalu dia jatuhkan aku sekalian ke jurang kepedihan yang dalam. Dia membuat aku membuka hatiku lebar – lebar dan sekaligus membuatku menyesalinya. Dia membuatku tertawa paling nyaring, tapi lalu membuatku menangis paling keras. Dia membuat hari dan hatiku tenang, setenang embun pagi, lalu ia bagai halimun datang dan memporakporandakan semuanya. Dasar pembohong! Buaya!  Pergi datang seenaknya. Mana mungkin dia pergi kalau dia memang cinta? Aku sudah tidak percaya lagi kata ci...