Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Tolong, Aku Lupa Rasanya Patah Hati

Selalukah patah hati seperih ini? Dadaku seperti ditimpa ratusan buku ensiklopedia. Sesak. Berat. Paru paru ku laiknya terbalut air mata. Udara yang kuhirup sungkan hendak mampir,     lalu keluar begitu saja. Selalukah patah hati seperih ini?! Tangan yang hampir menyentuh lalu kau tepiskan. Aku yang bergeser mendekat lalu disingkirkan. Kantung mataku yang menghitam menebal dan terabaikan. Selalukah patah hati seperti ini? Entah. Hancur. Parau. Medis. Tolong aku.

Nyeri

Napasku terengah Menahan dekapmu yang makin erat     Nyeri Berdenyut pelan seiring euforia yang kau berikan Pagi datang Kau dan kotak rokok kosong yang kau remas     dan belasan puntung bekas di kaki kursi plastik       tempatmu duduk Memejamkan mata Mengehembus asap     menari di sinar mentari yang lolos dari lubang ventilasi kecil     di ruang dingin ini Sepertinya menyenangkan sekali      bisa menjadi batang tembakau yang sangat kau cintai     yang bisa mencumbu mu tiap hari     tanpa takut     tanpa ngeri Kau tidak tidur?      tanyaku pelan Tidak.  Kau terlalu sibuk terlelap.  Sementara aku terjaga dengan sejuta tanya.      Siapa yang kau sembunyikan di balik senyum mu?     Kurangkah aku untukmu?     Mari pulang. Aku lelah bertengkar. ... Napasku terengah Tanganmu enggan mendekap ... Nyeri

Baik Baik, Saja?

Dibanding sakit, mungkin lebih pas kusebut ini kecewa. Dibanding rasa marah, rasa merenggut yang sesak ini lebih pas kuberi nama nyeri. Sebuah kepercayaan. Sebuah janji. Sebuah ucapan, "percayalah, tak akan lagi". Sebuah dusta. Menyeduh lara. Sebuah konsekuensi, "siapkah kau untuk berusaha lagi?" Dibanding ingin pergi, aku cuma ingin memelukmu dan berkata, semua akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja.

Tanpa Sengaja

Aku jatuh hati padamu tanpa sengaja Pada foto yang kau pajang di media sosial tempat kita berjumpa,     aku tidak sengaja memilih suka. Pada deskripsi singkat yang kau tuliskan,     aku tidak sengaja memberi perhatian. Pada jaket hitammu yang bermerk itu,     aku tidak sengaja memberi harap,          pada hatiku yang luka. Aku bertemu denganmu, dengan sengaja yang kita sengajakan. Walau harus bersembunyi dari dunia,     k ita duduk berdua. Kopi susu. Coklat dingin. Croissant yang tidak tersentuh. Aku,     dan kamu. Kamu menggenggam tanganku, dengan sengaja. Membujuk rayu, dengan sengaja. Melihatku luluh dalam matamu,     sengaja. Tapi tetiba kau menghilang. Tanpa bekas,     tak berbalas. Kubaca berulang kali pesan terakhir darimu. Berusaha mencari celah dari apa yang salah. Kau bukan milikku , tulismu. Maafkan aku.     Aku tidak sengaja jatuh hati.          T...

Tanpa Kata

Kamu pernah bilang,  Tidak perlu aku ungkapkan dengan kata Aku akan mencintaimu dengan bersahaja Karena kata tidak cukup mewadahi rasa ini Percayalah, aku untukmu. Karena itu, jaga hatimu untukku. Malam dingin di penghujung Agustus, aku tertawa kecil ketika itu. Ada-ada saja kamu, kataku.  Tanganmu menggenggam erat jemariku. Seolah berkata, kita bukan teman lagi,  percayakan segala lukamu untuk kuobati. Aku juga mencintaimu , bisikku perlahan. Hari berputar minggu bergelung bulan menjelma tahun. Kau menepati janjimu,           mencintaiku tanpa kata. Hanya janji sederhana, agar aku bahagia. Kecupan di kening yang membuatku tak bisa berhenti tersenyum berhari hari. Pelukan hangat yang selalu aku tunggu setiap kita bertemu. Hingga pengikat janji yang melingkar di jari manisku, yang kau pasangkan dengan gemetar, di siang yang panas di akhir Desember. Aku berjanji, akan membahagiakanmu      bisikmu pelan, nyaman di telingaku, ...

On-and-off Relationship

Have you ever been in an on-and-off relationship? Or, even worse, a pause-and-play one? It's the worst right? You know you love each other, but you both think of yourself highly. So when problem arises, it goes on with a bang. Sometimes the tiniest problem can lead to a huge argument. Sometimes you two will go on babbling about "I don't really need you that much anyway". But you both do the same when the other one said [in the verge of tears ofc] "I think we should break up", you'll surrender, you'll lower yourself and say "Please don't. I still love you so much. We can talk about this please" And then you two kissed and hugged and whatever. And every huge argument [that sometimes includes crying and screaming] suddenly goes...'poof'... One night you confess your undying love to each other. Tickle him/her just because you two love to play with each other that much. Spending the night just looking at each other eyes and thi...

Hatiku Patah

Aku tidak jatuh cinta pada lekuk bibirmu. Aku jatuh hati pada ucapmu, lembut sewarna lazuli. Tidak pula aku terjerembab pada tajamnya pandangmu. Tapi aku lacur, tersandung pada curamnya anganmu. Dan aku tak lagi terpikat oleh mawar, melati, maupun akar wangi. Inginku lah mentari, debu, dan nuansa mu. Alur waktu begitu kejam. Bentangkan ruang pada hatiku yang penuh sesak akanmu. Melodi tercerai berai sepanjang ruang. Kosong. Tak mampu menggapai hatimu. Di saat langkah tak lagi seiring. Mungkinkah angan setia seingin?