Tolong Tanyakan, Sejenak Saja
Pernahkah kamu bertanya, sekali saja, kepada dirimu sendiri? Kalau belum, tanyakanlah. Tanyakan di saat pagi masih biru hijau dan kopi hitammu masih mengepul panas, penuh hasrat dan impianmu hari itu. Tanyakanlah, dengan perlahan dan penuh penghayatan. Siapkah kau dengan perpisahan? Jarak yang akan terbentang bukan lagi jalanan berpuluh kilometer yang bisa kau tempuh dengan motor sport kesayanganmu itu, kasihku. Jarak yang ada nanti bukan cuma jajaran angka yang menghitung jumlah ombak yang harus kita lalui. Jarak itu antara kamu dan impianmu, kamu dan aku, lalu aku dan tuntutan yang dibebankan akanku. Sekali lagi, tanyakan pada hatimu itu. Siapkah kau bertempur dengan waktu? Waktu bukanlah lagi detik yang kuhitung saat menunggumu muncul di pintu rumahku dengan membawa debu jalanan, dan wangi khasmu. Waktu yang ada nanti tidak akan menunggu kau datang dan membawaku pergi. Waktu itu akan mengejarmu, menyeret kita menjauh, dan menjadikan kenangan tentangmu tersisa hitam puti...