Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Nyeri

Napasku terengah Menahan dekapmu yang makin erat     Nyeri Berdenyut pelan seiring euforia yang kau berikan Pagi datang Kau dan kotak rokok kosong yang kau remas     dan belasan puntung bekas di kaki kursi plastik       tempatmu duduk Memejamkan mata Mengehembus asap     menari di sinar mentari yang lolos dari lubang ventilasi kecil     di ruang dingin ini Sepertinya menyenangkan sekali      bisa menjadi batang tembakau yang sangat kau cintai     yang bisa mencumbu mu tiap hari     tanpa takut     tanpa ngeri Kau tidak tidur?      tanyaku pelan Tidak.  Kau terlalu sibuk terlelap.  Sementara aku terjaga dengan sejuta tanya.      Siapa yang kau sembunyikan di balik senyum mu?     Kurangkah aku untukmu?     Mari pulang. Aku lelah bertengkar. ... Napasku terengah Tanganmu enggan mendekap ... Nyeri