Nyeri
Napasku terengah
Menahan dekapmu yang makin erat
Nyeri
Berdenyut pelan seiring euforia yang kau berikan
Pagi datang
Kau dan kotak rokok kosong yang kau remas
dan belasan puntung bekas di kaki kursi plastik
tempatmu duduk
Memejamkan mata
Mengehembus asap
menari di sinar mentari yang lolos dari lubang ventilasi kecil
di ruang dingin ini
Sepertinya menyenangkan sekali
bisa menjadi batang tembakau yang sangat kau cintai
yang bisa mencumbu mu tiap hari
tanpa takut
tanpa ngeri
Kau tidak tidur?
tanyaku pelan
Tidak. Kau terlalu sibuk terlelap.
Sementara aku terjaga dengan sejuta tanya.
Siapa yang kau sembunyikan di balik senyum mu?
Kurangkah aku untukmu?
Mari pulang. Aku lelah bertengkar.
...
Napasku terengah
Tanganmu enggan mendekap
... Nyeri
Komentar
Posting Komentar