Hatiku Patah

Aku tidak jatuh cinta pada lekuk bibirmu.
Aku jatuh hati pada ucapmu, lembut sewarna lazuli.

Tidak pula aku terjerembab pada tajamnya pandangmu.
Tapi aku lacur, tersandung pada curamnya anganmu.

Dan aku tak lagi terpikat oleh mawar, melati, maupun akar wangi.
Inginku lah mentari, debu, dan nuansa mu.

Alur waktu begitu kejam.
Bentangkan ruang pada hatiku yang penuh sesak akanmu.

Melodi tercerai berai sepanjang ruang.
Kosong.
Tak mampu menggapai hatimu.

Di saat langkah tak lagi seiring.
Mungkinkah angan setia seingin?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Tentang Kamu, Kamu, ataupun Kamu.

Wish , granted

Winter