Tanpa Kata
Kamu pernah bilang,
Tidak perlu aku ungkapkan dengan kata
Aku akan mencintaimu dengan bersahaja
Karena kata tidak cukup mewadahi rasa ini
Percayalah, aku untukmu.
Karena itu, jaga hatimu untukku.
Malam dingin di penghujung Agustus,
aku tertawa kecil ketika itu.
Ada-ada saja kamu, kataku.
Tanganmu menggenggam erat jemariku.
Seolah berkata, kita bukan teman lagi,
percayakan segala lukamu untuk kuobati.
Aku juga mencintaimu, bisikku perlahan.
Hari berputar minggu bergelung bulan menjelma tahun.
Kau menepati janjimu,
mencintaiku tanpa kata.
Hanya janji sederhana, agar aku bahagia.
Kecupan di kening yang membuatku tak bisa berhenti tersenyum berhari hari.
Pelukan hangat yang selalu aku tunggu setiap kita bertemu.
Hingga pengikat janji yang melingkar di jari manisku,
yang kau pasangkan dengan gemetar,
di siang yang panas di akhir Desember.
Aku berjanji, akan membahagiakanmu
bisikmu pelan, nyaman di telingaku,
ketika itu.
...
Bagi setiap perahu yang berlayar,
Lautan lepas sungguh tempat yang kejam.
Gelombang besar.
Badai.
Angin kencang.
Datang silih berganti.
Memporakporandakan janji.
Malam bulan Juli
Aku melihat kontakmu yang tak lagi ada senyummu.
Kosong. Siluet abu. Sepi.
Nada dering yang tidak pernah tersambung.
Barisan pesan dariku yang tidak pernah terkirim.
Akankah kau meninggalkanku tanpa kata?
Komentar
Posting Komentar