Postingan

Baik Baik, Saja?

Dibanding sakit, mungkin lebih pas kusebut ini kecewa. Dibanding rasa marah, rasa merenggut yang sesak ini lebih pas kuberi nama nyeri. Sebuah kepercayaan. Sebuah janji. Sebuah ucapan, "percayalah, tak akan lagi". Sebuah dusta. Menyeduh lara. Sebuah konsekuensi, "siapkah kau untuk berusaha lagi?" Dibanding ingin pergi, aku cuma ingin memelukmu dan berkata, semua akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja.

Tanpa Sengaja

Aku jatuh hati padamu tanpa sengaja Pada foto yang kau pajang di media sosial tempat kita berjumpa,     aku tidak sengaja memilih suka. Pada deskripsi singkat yang kau tuliskan,     aku tidak sengaja memberi perhatian. Pada jaket hitammu yang bermerk itu,     aku tidak sengaja memberi harap,          pada hatiku yang luka. Aku bertemu denganmu, dengan sengaja yang kita sengajakan. Walau harus bersembunyi dari dunia,     k ita duduk berdua. Kopi susu. Coklat dingin. Croissant yang tidak tersentuh. Aku,     dan kamu. Kamu menggenggam tanganku, dengan sengaja. Membujuk rayu, dengan sengaja. Melihatku luluh dalam matamu,     sengaja. Tapi tetiba kau menghilang. Tanpa bekas,     tak berbalas. Kubaca berulang kali pesan terakhir darimu. Berusaha mencari celah dari apa yang salah. Kau bukan milikku , tulismu. Maafkan aku.     Aku tidak sengaja jatuh hati.          T...

Tanpa Kata

Kamu pernah bilang,  Tidak perlu aku ungkapkan dengan kata Aku akan mencintaimu dengan bersahaja Karena kata tidak cukup mewadahi rasa ini Percayalah, aku untukmu. Karena itu, jaga hatimu untukku. Malam dingin di penghujung Agustus, aku tertawa kecil ketika itu. Ada-ada saja kamu, kataku.  Tanganmu menggenggam erat jemariku. Seolah berkata, kita bukan teman lagi,  percayakan segala lukamu untuk kuobati. Aku juga mencintaimu , bisikku perlahan. Hari berputar minggu bergelung bulan menjelma tahun. Kau menepati janjimu,           mencintaiku tanpa kata. Hanya janji sederhana, agar aku bahagia. Kecupan di kening yang membuatku tak bisa berhenti tersenyum berhari hari. Pelukan hangat yang selalu aku tunggu setiap kita bertemu. Hingga pengikat janji yang melingkar di jari manisku, yang kau pasangkan dengan gemetar, di siang yang panas di akhir Desember. Aku berjanji, akan membahagiakanmu      bisikmu pelan, nyaman di telingaku, ...

On-and-off Relationship

Have you ever been in an on-and-off relationship? Or, even worse, a pause-and-play one? It's the worst right? You know you love each other, but you both think of yourself highly. So when problem arises, it goes on with a bang. Sometimes the tiniest problem can lead to a huge argument. Sometimes you two will go on babbling about "I don't really need you that much anyway". But you both do the same when the other one said [in the verge of tears ofc] "I think we should break up", you'll surrender, you'll lower yourself and say "Please don't. I still love you so much. We can talk about this please" And then you two kissed and hugged and whatever. And every huge argument [that sometimes includes crying and screaming] suddenly goes...'poof'... One night you confess your undying love to each other. Tickle him/her just because you two love to play with each other that much. Spending the night just looking at each other eyes and thi...

Hatiku Patah

Aku tidak jatuh cinta pada lekuk bibirmu. Aku jatuh hati pada ucapmu, lembut sewarna lazuli. Tidak pula aku terjerembab pada tajamnya pandangmu. Tapi aku lacur, tersandung pada curamnya anganmu. Dan aku tak lagi terpikat oleh mawar, melati, maupun akar wangi. Inginku lah mentari, debu, dan nuansa mu. Alur waktu begitu kejam. Bentangkan ruang pada hatiku yang penuh sesak akanmu. Melodi tercerai berai sepanjang ruang. Kosong. Tak mampu menggapai hatimu. Di saat langkah tak lagi seiring. Mungkinkah angan setia seingin?

I Never Asked For This

I never ask for this I never ask for you to fall in love with me I never ask for anything I never ask you to say hi to me at the first time I never ask you to text me every day, asking how I’ve been, have I eaten, etc. I never ask you to ask me out for a movie date I never ask you to ask me if I want to be your girlfriend I never really ask for anything I never really ask for constant caring, yet you provided me that I never really ask you to pick me up and drop me off to everywhere, yet you insisted I never really ask you to understand me, yet you accept every side of me I never really ask you to buy me stuff, yet you buy me small stuff time to time I never really ask you to make me your priority, yet you said that I am one of the few reason you still want to come home… …that I am the reason you’re not drifting away I never really ask for anything But now I find myself desperately want to ask you something …Will you promise to love me forever?

Tolong Tanyakan, Sejenak Saja

Pernahkah kamu bertanya, sekali saja, kepada dirimu sendiri? Kalau belum, tanyakanlah. Tanyakan di saat pagi masih biru hijau dan kopi hitammu masih mengepul panas, penuh hasrat dan impianmu hari itu. Tanyakanlah, dengan perlahan dan penuh penghayatan. Siapkah kau dengan perpisahan? Jarak yang akan terbentang bukan lagi jalanan berpuluh kilometer yang bisa kau tempuh dengan motor sport kesayanganmu itu, kasihku. Jarak yang ada nanti bukan cuma jajaran angka yang menghitung jumlah ombak yang harus kita lalui. Jarak itu antara kamu dan impianmu, kamu dan aku, lalu aku dan tuntutan yang dibebankan akanku. Sekali lagi, tanyakan pada hatimu itu. Siapkah kau bertempur dengan waktu? Waktu bukanlah lagi detik yang kuhitung saat menunggumu muncul di pintu rumahku dengan membawa debu jalanan, dan wangi khasmu. Waktu yang ada nanti tidak akan menunggu kau datang dan membawaku pergi. Waktu itu akan mengejarmu, menyeret kita menjauh, dan menjadikan kenangan tentangmu tersisa hitam puti...